JAKARTA, KOMPAS.TV - Founder Malaka, Ferry Irwandi mengatakan mahasiswa saat ini sangat terbebani biaya pendidikan yang begitu tinggi, apalagi jika terjadi kenaikan UKT imbas efisiensi anggaran.
Banyak mahasiswa yang tergantung dengan KIP, sehingga jika terjadi efisiensi maka tidak sedikit dari mereka yang terancam putus kuliah. Inilah yang memicu mahasiswa dalam aksi #IndonesiaGelap.
"Sedangkan kita tahu, makin ke sini sektor Informal kita itu makin bergerak tinggi. Sementara sektor formal kita kurang. Menjadi sarjana saja di Indonesia tidak menjamin kalau kita bisa kerja," katanya.
Koordinator BEM SI, Haidar Hilmy menegaskan mahasiswa dalam demo #IndonesiaGelap sebenarnya menyambut baik efisiensi anggaran jika tepat sasaran. Aksi ini adalah akumulasi persoalan seperti PHK pegawai TVRI dan RRI yang akhirnya dibatalkan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa pemangkasan anggaran tidak dapat dijadikan alasan bagi perguruan tinggi negeri untuk kenaikan UKT. Pemotongan anggaran hanya berdampak pada aspek seperti seremonial, perjalanan dinas, dan kebutuhan alat tulis. Karena itu, tidak seluruh seharusnya mempengaruhi biaya pendidikan mahasiswa. Hal ini disampaikan di kompleks Parlemen Senayan, Jumat (14/02/2025).
Sebelumnya, Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan biaya kuliah berpotensi akan naik, imbas dari efisiensi anggaran (12/2/2025). Hal ini kemudian oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani ditegaskan bahwa pemangkasan anggaran tidak dapat dijadikan alasan bagi perguruan tinggi negeri untuk kenaikan UKT (14/02/2025). Mahasiswa menilai ada perbedaan antar lembaga pemerintahan.
Selengkapnya saksikan di kanal youtube KompasTV.
Link: https://youtu.be/fECMXLYuqgU?si=zPCI_i-bUi1_EmTf
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/575792/ferry-irwandi-di-indonesia-jadi-sarjana-bukan-jaminan-bisa-kerja-rosi
Banyak mahasiswa yang tergantung dengan KIP, sehingga jika terjadi efisiensi maka tidak sedikit dari mereka yang terancam putus kuliah. Inilah yang memicu mahasiswa dalam aksi #IndonesiaGelap.
"Sedangkan kita tahu, makin ke sini sektor Informal kita itu makin bergerak tinggi. Sementara sektor formal kita kurang. Menjadi sarjana saja di Indonesia tidak menjamin kalau kita bisa kerja," katanya.
Koordinator BEM SI, Haidar Hilmy menegaskan mahasiswa dalam demo #IndonesiaGelap sebenarnya menyambut baik efisiensi anggaran jika tepat sasaran. Aksi ini adalah akumulasi persoalan seperti PHK pegawai TVRI dan RRI yang akhirnya dibatalkan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa pemangkasan anggaran tidak dapat dijadikan alasan bagi perguruan tinggi negeri untuk kenaikan UKT. Pemotongan anggaran hanya berdampak pada aspek seperti seremonial, perjalanan dinas, dan kebutuhan alat tulis. Karena itu, tidak seluruh seharusnya mempengaruhi biaya pendidikan mahasiswa. Hal ini disampaikan di kompleks Parlemen Senayan, Jumat (14/02/2025).
Sebelumnya, Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan biaya kuliah berpotensi akan naik, imbas dari efisiensi anggaran (12/2/2025). Hal ini kemudian oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani ditegaskan bahwa pemangkasan anggaran tidak dapat dijadikan alasan bagi perguruan tinggi negeri untuk kenaikan UKT (14/02/2025). Mahasiswa menilai ada perbedaan antar lembaga pemerintahan.
Selengkapnya saksikan di kanal youtube KompasTV.
Link: https://youtu.be/fECMXLYuqgU?si=zPCI_i-bUi1_EmTf
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/575792/ferry-irwandi-di-indonesia-jadi-sarjana-bukan-jaminan-bisa-kerja-rosi
Kategori
🗞
Berita